Rabu, 30 Maret 2011

Kemampuan Monyet

Kemarin saya nonton acara Chimps are People too. Hanya satu episode itu yang saya tonton, semoga tidak lupa untuk menonton episode berikutnya. Kalau kita artikan judlunya, Monyet juga Manusia itu berarti sama saja bahwa manusia itu monyet. Apakah itu benar?

Secara genetika memang tidak perlu diperdebatkan. Mereka sangat berbulu, di seluruh tubuh.

Episode itu membahas tentang apakah permonyetan juga manusia. Dilihat dari segi kemampuan kerjasama. Saya lupa penelitiannya berada di mana. Ada dua ekor monyet. Monyet 1 dilepaskan di kandang besar. Ada pintu penghubung dengan monyet 2. Dibuat skenario, ada dua tali yang berjarak cukup jauh. Jika tali itu ditarik, maka ada pisang sebagai hadiah. Untuk itu, monyet 1 membutuhkan bantuan monyet 2 dengan membuka pintu penghubung terlebih dahulu. Namun, ketika tali dibuat berjarak dekat, dia tidak membuka pintu penghubung dan dia menikmati pisang sendirian. Itu berarti monyet mampu memutuskan kapan dia membutuhkan bantuan dan mampu melakukan penyelesaian dari masalah yang dia hadapi.

Di tempat penelitian lainnya, ada 2 monyet yang dikarantina. Dua monyet ini diberikan kotak yang bisa mengeluarkan biji-bijian untuk mereka makan. Untuk itu, dia bisa mendorong atau mengangkat bagian dari kotak. Manusia (presenter acara) mampu menemukan dua penyelesaian itu. Dua monyet itu tidak mampu. Ketika 2 monyet itu dilepas ke dua kelompok monyet yang berbeda. Masing-masing kelompok mampu melakukan yang juga dilakukan oleh monyet yang dikarantina, tetap tidak dua cara. Hanya satu cara. Seperti layaknya manusia sosial, mereka juga mampu melakukan imitasi terhadap lingkungannya.

Di tempat yang lain lagi, tempat penelitian monyet bonobo. Adegan pertama yang menunjukkan monyet bonobo mampu memasak mie instan dengan menggunakan kompor. Lalu, ada juga perangkat yang dibuat untuk memudahkan komunikasi. Sehingga, secara verbal presenter dan monyet bonobo mampu berkomunikasi.

Peneliti monyet bonobo menyatakan kalau mau membuat monyet seperti manusia, maka harus diperlakukan sungguh seperti manusia. Mereka juga harus diajak jalan-jalan ke pusat perbelanjaan atau manapun.

Kembali kepada komentar teman saya di tulisan sebelumnya bahwa manusia adalah insan perusak. Manusia mampu membuat pembatas antara makhluk hidup lainnya. Baik itu flora maupun fauna. Dengan mudahnya kita mengisolasi diri kita dengan yang lain. Sebagai contoh, kita membuat alat tukar yang disebut uang. Uang itu yang kita jadikan nilai dalam menjadikan hidup lebih nyaman atau apapun itu. Manusia juga memiliki kemampuan untuk menciptakan alat bantu yang luar biasa, menambah nilai kenyamanan dalam hidup.

Manusia yang membuat bangunan dari bata, semen, baja, dan lainnya di atas tanah. Atau ada juga yang menyusun papan di atas pohon. Menanam pohon di tempat yang bukan habitat aslinya. Intinya, kita melakukan sesuatu yang tidak akan terjadi dengan sendirinya oleh alam.

Bagi saya, monyet bukan manusia. Tiap dari makhluk hidup memiliki kemampuan adaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda. Manusia tidak hanya beradaptasi tapi juga membuat habitat yang nyaman baginya.

Saya iri dengan orang yang memiliki latar belakang ilmu alam, mereka mampu menjelaskan banyak hal tentang yang terjadi di alam. Keren sekali.

Tidak ada komentar: