Senin, 21 Januari 2013

Memori sebuah Kamar

Mungkin ini terjadi di dalam keluarga yang memiliki saudara lebih satu. Maksudnya, kakak-beradik sebanyak tiga orang atau lebih. Syarat lainnya juga ada, besar kamarnya harus berbeda-beda. Nilai kenyamanannya juga harus beda.

Waktu aku kuliah di Bandung, kamar aku (waktu itu) mendapati jabatan sementara. Yaitu, gudang sementara. Barang apapun yang memberantaki ruang tengah, akan masuk ke dalam kamar. Ketika aku sedang liburan, jadi merasa terasingi di ruang sendiri. Tapi itu cerita dulu.

Sampai pada akhirnya, aku tampak harus pindah ke kamar abang yang sudah lama ditinggal karena dia sudah berkeluarga. kamarnya jelas lebih besar. Hihihi. Biasanya, lebih besar ruangnya, berarti ruang berantakan lebih luas.

Hal yang paling sulit diantara perpindahan itu adalah memindahkan semua barang yang di kamar sebelumnya. Jadi, kasihan adikku yang terjebak antara barang-barang aku yang tampaknya menumpuk di bagian yang membuat kamar terasa sempit.

Semua kamar selalu punya memori. Kamar kostan di bandung juga. ketiganya punya cerita. Sama seperti kamarku yang dulu ditempati abangku. Ketika dia di kamar itu, dia menempelinya dengan stiker yang dia dapatkan. Apapun itu. Ada yang dia dapat dari majalah, ada juga yang dia dapat dariku dan aku mendapatkannya dari promosi tempat bimbingan belajar, ada juga dari partai yang kebanyakan teman dekatnya ketika itu bergabung. Ada juga yang didapat dari Johor, waktu kita berdua berangkat untuk mewakili Lampung di festival layang-layang. Sepertinya ada juga yang dia dapat dari festival musik, seingatku  di tahun itu dia tidak lagi nge-band tapi siapa yang tahu.

Siti Nurhaliza. Adalah sosok perempuan yang abangku dan teman-temannya kagumi, setidaknya saat itu. Sekarang sudah beralih kepada istri masing-masing.

Sekarang, sebagian dari dekorasi itu hendak aku bersihkan. Menjadikan kedua foto di atas menjadi penggalan kisah sebuah kamar. 

Kamarmu?

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Kamar memang selalu menjadi tempat yang menarik karena biasanya kamar mempunyai keterikatan emosi dengan penghuninya... tapi lucunya, saya selalu bangun pagi dengan menatap eternit yg berbeda dikarenakan seringnya berpindah tempat :)

jenderal mengatakan...

kamar ??

banyak yang berubah dari kamar saya dirumah... yang masih belum berubah sampai terakhir saya kunjungi dua bulan yang lalu adalah, poster kurt cobain di pintu.. :)

http://maipura.wordpress.com/2012/09/12/kurt-cobain-di-pintu-kamar/

Rudra mengatakan...

Loh? Ternyata dibuat pos toh? Seru juga membaca kesan dari kacamata seorang adik ;)