Rabu, 25 Juli 2012

Ketika Lagu Diputar

Sudah sewindu ku di dekatmu 
Ada di setiap pagi, di sepanjang hari
Tak mungkin bila engkau tak tahu
Bila ku menyimpan rasa yang ku benam sejak lama

(Tulus-Sewindu)


Walau tidak akan menjadi genap sewindu, namun waktu sudah berlalu. Kita saling sadar. Kita berinteraksi. Kita menikmati waktu yang berlalu, hingga terlena.


...
Sesaat dia datang pesona bagai pangeran
Dan beri kau harapan bualan cinta di masa depan
Dan kau lupakan aku semua usahaku
Semua pagi kita, semua malam kita

(Tulus-Sewindu)
...


Dan akupun terdiam. Belum pernah ada rencana rapi terancang. Pembicaraan serius seringkali dihindari. Dia datang, dengan harapan. Mengajakku melangkah setelah aku cukup waktu berdiam diri di titik itu. Sejenak, aku terhipnotis. Terbingungkan antara mimpi dan nyata. Mempertanyakan rasa dan khayal. Kalau memang ini nyata, aku tidak akan melupa tapi akan kusimpan dengan baik, kujadikan salah satu pelajaran terbaik dalam hidup. Peduliku takkan padam.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Music is a mysterious thing... Sometimes, it makes people remember things that they do not expect. Many thoughts, feelings, memories... things almost forgotten... Regardless of whether the listener desires to remember them or not...

Gita P Djausal mengatakan...

indeed.

Adele said, "regrets and mistakes, they're memories made"..
mind could trick you.

Life is good. Better to embrace all the process that we've been through.