Kamis, 17 Mei 2012

Kalau

Andaikan aku tahu apa arti cinta. Bagaimana dia bisa menjelaskan apa yang terjadi dalam diri. Namun, cinta itu abstrak. Cinta itu bagaikan ilusi yang menjebak diri dalam buah pikiran yang seringkali memabukkan. Ilusi hanyalah ilusi.

Kalau memang hanya cinta yang mampu menjadi jawaban atas semua pertanyaan, itu sungguh jauh dari logika. Apakah harus begitu kompleks sehingga tidak mampu dipahami oleh logika? Atau karena aku tidak cukup memiliki logika yang tepat untuk menjelaskan semua?

Kalau cinta mampu membuatku tidak mampu membencimu. Mampukah aku membunuh cinta ini?

1 komentar:

Anonim mengatakan...

kalau yang beginian gw gak bisa komentar dah.. hehe