Selasa, 14 Februari 2012

Semangatku Meredup

Hanya perlu satu bulan lebih beberapa hari, membuat seseorang menarik kata-katanya dan menjadikan itu semua sebuah perpisahan. Berakhir sudah. Kalau kita berjodoh? Sudahlah, yang benar saja, semua itu harus diperjuangkan. Hubungan dua manusia adalah perjuangan. Sekarang sudah terhenti, ya, berhenti, saja.

Hanya kehilangan orang terdekat yang (dulu) mungkin aku harapkan sebagai pelengkap kebahagiaan. Bertahun-tahun sudah kumengenalnya. Mengetahui apa yang mungkin terjadi, dan ini adalah salah satu di antaranya. Dia memperkecil dan meniadakan yang aku harapkan.

Patah semangatku. Ingin menangis saja. Ingin menghentikan semua rancangan aktivitas di depan mata untuk membenarkan kesedihan yang kurasa. Namun, itu adalah kebodohan jika benar dilakukan. Rasanya, ingin kudiamkan saja. Tiada perlu aku ungkapkan ke dalam tulisan yang dapat dibaca oleh siapapun. Entahlah. Mengungkapkan sesuatu di ruang publik membuat aku harus secara penuh sadar akan apa yang mungkin dipikirkan oleh pembaca. Dan membantuku berpikir, apakah yang sesungguhnya ingin kurasa.

Adakah selama ini dia benar temanku? Mungkinkah dia pribadi manusia yang menghargai manusia lainnya? Mungkin iya, mungkin tidak. Dia membenarkan adanya, bukan adaku. Kalau dia teman yang sudah bertahun lamanya, patutnya dia tahu waktuku yang tidak bisa diganggu oleh pikiran lain. Seperti hari ini. Ketika seharusnya aku berada di dapur, aku memilih di depan komputer.

Dia harus melakukan apa yang dia pikir harus lakukan. Begitupun aku. Tidak lama setelah ini, aku harus beraktivitas.Semua indah pada waktunya, (mungkin) kesedihan memiliki keindahan yang tiada kentara.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

ada rasa bersalah di hati, ketika tau sahabatnya mengalami sesuatu n kita tidak tau.. hiks. hanya sering melihatnya dlm foto tersenyum, bukan berarti dia baik2 saja, maaf batin.. smg Allah sll memberimu limpahan berkahNYA, memberimu yang terbaik, segera, amin!

Gita P Djausal mengatakan...

ga perlu merasa bersalah sedikit titahku... Semua manusiawi kok :)
terima kasih doanya. semoga yang terbaik buat kita selalu bertambah ^^