Senin, 27 Februari 2012

Peluk Hangat untuk Sahabat

Rabu malam lalu (22/02/2011), sahabat terbaikku mengirim pesan. Menyapaku dan simbol menangis. Hanya itu. Aku tahu dia bersedih, namun aku belum mengetahui alasannya.

Kalau memang dia bisa berkata, dia akan melanjutkan perkataannya. Sinyal buruk, pengiriman pesan tertunda. Aku menelponnya. Dia menangis. Seketika aku terdiam dan kehilangan kata. Apa yang terjadi?


Akupun mulai menangis. Aku tidak mampu melakukan hal lain. Apa yang membuatnya sedih, membuatku sedih juga. Andaikan aku dapat berada di dekatnya agar dia lebih kuat dan tegar menghadapinya.

Akan kudoakan yang terbaik. Selalu yang terbaik. Ingatlah untuk selalu kuat, untuk dirimu dan semua yang menyayangimu. Aku siap sedia kapanpun kau membutuhkanku.


Tidak ada komentar: