Sabtu, 12 Maret 2011

Obrolan tentang Hypnoslimming

Dalam perjalanan pulang, saya dan teman saya membaca spanduk bertuliskan Hypnoslimming. Tentunya dengan kata-kata lainnya. Beberapa menit kemudian, terapi itu menjadi obrolan sesaat.


Saya tidak suka sesuatu yang ada kata hipnotis. Bagi saya, hipnotis itu seperti sesuatu yang dilakukan tanpa penuh kesadaran. Kemerdekaan kita direnggut oleh hal yang tak terdeskripsikan. Entahlah, mungkin karena saya juga tidak pernah tahu banyak tentang itu. Sepintas lalu, hipnotis seperti berkaitan dengan pikiran bawah sadar. Pikiran kita diatur oleh orang yang melakukan hipnotis.


Untuk hal hipnotis tujuan melangsingkan tubuh ini memang bertujuan jelas. Namun, tidak ada yang bisa menjamin keamanannya. Bisa saja si penghipnotis itu memiliki agenda terselubung terhadap diri kita atau para pasien lainnya. Kemudian kita menjadi agen-agen yang tidak memiliki hubungan langsung melakukan aktivitas yang merugikan diri kita. Sehingga ketika penyelidikan, the master akan terbebas dari tuduhan. Itu memang pikiran terburuk saya. Harap maklum.


Kembali kepada tujuan utama, melangsingkan tubuh. Teman saya berargumen, mungkin lebih tepatnya menjelaskan, dia mengikuti akun twitter terapi ini. Bagi dia, itu membantu dia dalam pola makannya sekarang. Seperti harus mengetahui lapar apa yang kita hadapkan, lapar fisik atau lapar emosi (kalau kata orang Sunda, kabita). Perlu juga mengatur porsi makan, dan secukupnya sampai kita mengganti topik.


Teman saya yang lain lagi, pernah sakit dan membuat dia harus merubah pola makannya. Dengan pola makan itu, dia berhasil mendapatkan berat badan ideal, yang sehat buat tubuhnya. Dia tidak pakai hipnotis tapi dia berkonsultasi dengan orang yang memiliki pengetahuan mengenai gizi seimbang. Menu makannya, tidak ada nasi. Agak sulit untuk saya, sebagai pemakan nasi, untuk menerima kenyataan itu. Yang dia makan adalah ayam kukus, tempe dan tahu bacem, satu buah tomat, satu buah timun, dan daun selada. Sesekali dia mengudap buah.


Itu masuk akal. Secara sadar, kita memilih menu yang akan kita makan. Makanan yang kita pilih pun secara sadar kita ketahui mengenai nutrisi dan didukung oleh perhitungan akan kebutuhan tubuh kita. Jaman sekarang sudah sarat teknologi. Dengan mudah kita bisa memperoleh informasi yang kita cari dan butuhkan. Pengetahuan yang utama. Kita pun harus secara sadar mengetahui kekurangan dalam hidup. Banyak-banyaklah mencari tahu apa yang baik bagi tubuh dan apa yang tidak.


Mudahnya, kalau memang kita suka mengemil. Pilih cemilan sehat. Sebagai kompensasi dari kebiasaan mengemil maka kita harus mengurangi porsi ketika makan (makan pagi, siang, dan malam). Memahami hubungan sebab-akibat. Jadi, misalnya, porsi makan nasi saya tidak banyak bukan karena sekedar diet, melainkan sebagai akibat kebiasaan mengemil saya yang tidak bisa hilangkan.


Tulisan ini dibuat bukan karena saya bertubuh ideal. Justru saat ini saya sering mengeluh tentang timbangan yang tidak bersahabat dengan angka yang saya inginkan. Sampai sekarang saya juga belum melakukan hal signifikan untuk mencapainya, sesungguhnya saya perlu olahraga atau aktivitas fisik yang membuat saya berkeringat. Terlepas dari pendapat saya, teman saya bilang kalau tweet dari akun hypnoslimming memberi dia motivasi untuk merubah pola makan dan hidup dia. Bagus. Mungkin orang lain juga perlu. Sampai saat ini, saya tidak memilih untuk perlu.

Tidak ada komentar: