Sabtu, 04 Desember 2010

Kembali Kubuka

Awalnya, aku mencari dua lembar kertas yang terlupakan letaknya. Lalu, aku memilih membuka komputer jinjing (yang lebih sering kugendong di dalam tas), yang berhasil dan sangat membantuku melalui masa-masa mengerjakan tugas kuliah sampai akhir. Tentu saja ditambah dengan permainan dan perbincangan elektronik untuk menghilangkan rasa bosan di kota tempat merantau.

Komputer gendong ini harus memiliki pendekatan tersendiri kalau ingin digunakan. Kadang huruf E tidak terdeteksi atau tombol control terdeteksi selalu ditekan. Sesekali harus berteman juga dengan obeng kecil untuk sedikit melepas-pasang kabel yang menghubungkan tombol-tombol. Merepotkan, ya? Semua itu indah pada waktunya (kalimat ini sering sekali diucapkan oleh teman sekamar saya dulu).

Bisa menggendong komputer saat itu, rasanya sudah meringankan sebagian beban. Meringankan beban bukan dengan makna denotasi. Pundak saya sering pegal karena membawanya selalu. Beberapa tulisan di blog ini, saya ketik dengan komputer itu. Mengedit beberapa foto dan memamerkan sedikit banyak isinya kepada teman. Memberi warna dalam hidup.

Hal yang menarik, setiap menghidupkan komputer itu, dilanjutkan dengan menekan F1. Itu karena batere CMOS-nya sudah tidak berfungsi. Harus selalu berulang menset tanggal dan waktu di hari itu. Ingin tahu alasan lain? Karena dia ingin, aku mengingat setiap waktu kami berinteraksi. Berlebihan kesannya. Memang itu yang terjadi. Dia juga tidak mengenal perintah hibernate atau stand by ketika kita tutup. Kalau kita tutup, matilah sudah komputer itu. Hidupkan lagi seperti biasa.

Tablet PC. Keren, dong? Ada special stylus. Monitor hanya menerima perintah dari si stylus. Beberapa orang yang lihat, ada yang anggap itu hebat. Untungnya, mereka tidak tahu cerita yang lain. Kami bersenang-senang berdua. Kemanapun aku pergi, aku sering mengajak dia karena charger telepon genggamku rusak. Dengan bantuan si komputer, aku masih bisa menghidupkan teleponku.

Adakah cerita lain tentangnya? Banyak sekali. Sekarang, si komputer itu menjadi salah satu barang yang sulit dilepas untuk pergi.

Tidak ada komentar: