Kamis, 20 Mei 2010

Sampai Jumpa Lagi

[Me] i'm moving out tomorrow.
[Friend] for good?! i'm gonna miss you,ta.

Awalnya, Aku ingin menganggap ini hal yang biasa saja. Layaknya waktu yang terus berjalan. Aku pernah tinggal di Bandung, Aku juga pernah meninggalkannya dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Yang pasti, aku sudah pernah berpisah dengan baik dengan kota ini.

Benarkah kali ini aku tidak bersedih?

Dulu, aku dan teman sekamarku berpisah diiringi keriaan dari teman-teman terdekat. Kami tidur bersama di kamar kami yang kebanyakan barangnya telah dikeluarkan. Aku tidak merasa sedih. Toh, tidak ada yang perlu disesalkan dalam kehidupanku.

Seketika menjadi perih. Teman sekamarku telah pamit, dia hendak kembali ke Borneo. Pagi harinya, teman-teman yang lain  kembali ke rumah mereka masing-masing. Tinggal aku dan ruang yang hampa.

Kehampaan itu seperti menghisapku dan menyisakan kenangan indah. Aku menangis.

Akankah aku bersedih lagi?

Sekitar 5-6 jam sebelum keberangkatan Bis Damri jurusan Bandung-Lampung, aku baru saja selesai membereskan barang-barangku. Semoga tidak ada yang tertinggal. Aku dan teman terdekatku memutuskan untuk menonton Iron Man 2.

Aku pergi ke Cihampelas Walk. Kami mendapatkan karcis untuk pertunjukan sekitar pukul 14.30, selesai pukul 16.30. Sebetulnya cukup dekat waktunya dengan waktu keberangkatan bis, pukul 19.00 WIB. Sedikit tidak masuk akal, memang, memilih untuk menonton di waktu yang krusial seperti itu. Hanya saja tidak tahu hendak melakukan apa.

Lalu aku berpikir, "Sungguhkah aku tidak bersedih? Atau aku sudah benar-benar tidak memiliki perasaan atas kota ini? Tujuh tahun lamanya aku beraktivitas di kota ini? Tak ada kenangan berarti, kah?"
Rasanya aku harus membawa buah tangan, itu yang biasa dilakukan jika orang pulang dari perjalanan jauh.

Aku mengambil beberapa roti. Saatnya membayar, aku berdiri di depan orang asing yang menghitung berapa banyak yang harus aku bayar.

Aku ingin menangis.

Rasa-rasanya tidak ingin mengucapkan kata perpisahan dengan siapapun. Tidak adil rasanya. Aku masih ingin bertemu dengan mereka.

Aku berpamitan dengan sepupuku yang telah meminjamkan kamarnya untuk kutempati lebih dari 2 tahun. Dia juga mengantarkanku ke tempat pemberangkatan bis. Terima kasih luar biasa untuknya.

Sebentar lagi bisnya akan berangkat. Aku menghabiskan waktu-waktu sesaat bersama teman terbaikku.

Sampai jumpa lagi, Bandung!

5 komentar:

Jean Rumampuk mengatakan...

i feel what you feel...
bedanya gw, gw ngga begitu sedih pas gw meninggalkan Bandung...sampe di rumah baru gw sedih dan gw menyadari kalo gw ngga punya teman-teman yang menceriakan hari-hari selanjutnya...

ngga punya temen buat berbagi, ngga punya temen buat being hedonist,,,parahnya temen2 SMU gw belum pada selese kuliah...


as time goes by, i try enjoying my new life...

Anonim mengatakan...

Semua orang yg pernah bersahabat baik dan harus berpisah dalam waktu yg tak bisa ditentukan pasti akan merasakan hal seperti ini... Sedih? Saya rasa itu wajar, tidak perlu ditahan, tidak perlu berusaha terlihat tegar... yah, karena itu hal yg manusiawi, setiap perpisahan memiliki kadar yg berbeda2 terhadap emosi kita. Suatu kota beserta isinya tentu membawa kenangan tersendiri untuk kita... tentunya kenangan yg baik akan membuat kita berat meninggalkan kota tersebut.

Dalam setiap pengembaraan, saya selalu menemukan orang2 asing yg akhirnya menjadi teman saya... dan berat rasanya ketika harus meninggalkan mereka dan daerahnya.

Percayalah, teman2 anda tidak benar2 hilang, hanya terpisah jarak dan waktu saja. Ditempat baru atau dimanapun anda akan mendapatkan teman lagi. Dan ketika perpisahan harus terulang... anda sudah mendapatkan harta yg sangat berharga yg dinamakan kenangan.

"A foreigner is a friend you haven't meet".

Gita P Djausal mengatakan...

Jean: Hidup Hedonis!!! hahaha... always miss the old time, girl!

anonim: so i suppose, you are a foreigner -a friend- that i dont know your name yet.

dheaditya's mengatakan...

taaataaaa aku merasa terpanggil buat baca ini hehehehe..

bandung kan asik ta. tapi kerjaan kamu lebih asik lagi :)

Gita P Djausal mengatakan...

hehehe..
dhea memang harus terpanggil krn dialog pembukanya dari dhea.

bandung asik.. dimana-mana juga pasti asik. asal ada gita :D