Minggu, 21 Maret 2010

Pernikahan Seorang Teman

Temanku menikah.

Keraguan-keraguannya di hari-hari menjelang pernikahan telah menguatkan hatinya. Ia menikah dengan pria yang ia pilih menajdi suaminya dan telah memilihnya menjadi istri. Aku mengharapkan kebahagiaan bertambah dalam hidupnya, selalu.

Sebelum harinya, sering aku mendengar cerita tentang baju pengantin, gedung pesta, souvenir, dan hal-hal lainnya. Bukan itu yang penting. Yang penting adalah hari setelah itu, kehidupan yang akan dia bina.

Pikiran untuk mengajaknya menghabiskan waktu bersama sebaiknya dipertimbangkan lebih matang. Sejak 1999, sebenarnya, kita memang tidak pernah tinggal di kota yang sama. Pertemuan dengannya di masa datang akan lebih berharga dari sebelumnya. Alasan aku untuk mengunjungi kota yang dia tinggali sekarang pun semakin berkurang.

Semoga kebahagiaan dan kebijakan selalu berada dalam hidupnya.

Apa yang akan terjadi pada pertemanan kami? Tidak ada. Tidak ada satupun yang berkurang. Justru bertambah. Suaminya pun menjadi temanku. Tali silaturahmi telah dibukakan dan diperpanjang.

Suatu waktu aku berkata,
"Aku iri padamu karena kamu akan menikah."

Aku hanya berharap waktuku pun akan tiba. Segera. Ketika Tuhan mengizinkanku.

4 komentar:

maipura mengatakan...

akan datang pasti..
tenang aja...

Gita P Djausal mengatakan...

semua indah pada waktunya.

Vini mengatakan...

waktu yang terlewati selalu menjadi menjadi warna hidupmu...
jadi apapun warnanya nanti...
simpan baik"... karna pasti berharga :)
*sok bijak

Gita P Djausal mengatakan...

hihihi...

it what makes you stronger.

thank you my friend, to step into my life :D