Selasa, 02 Februari 2010

(Ini) Tentang Pit

Suatu hari, aku menghabiskan waktu dengan teman terdekat. Aku cukup penat hari itu. Kita beristirahat sejenak sebelum melanjutkan petualangan selanjutnya. Duduk di pojok, ditemani 2 buah roti berkaramel dengan isi butter.

Pit* : Git, lo bikin tulisan dong tentang gue.
Gita : Tentang apa pit? kisah cinta lo? atau apa?
Pit   : Terserah. Kayaknya gaya hidup gue juga layak deh lo ceritain.
Gita : Hahaha. Pake nama asli apa samaran?
Pit   : Nama asli juga boleh.


Oleh karena itu, marilah kita kali ini menikmati kisah hidup Pit dari sudut pandang aku, temannya yang sering kali semena-mena meminta pertolongan.

Pertemuan pertama, sangat disengaja, saat itu aku mengikuti rangkaian pelatihan dan pendidikan untuk menjadi anggota kegiatan fotografi di kampus. Kedatangan saya disambut oleh Pit, seorang pria botak dengan kacamata bingkai hitam dan tampak angkuh, dia menjadi koordinator acara ini. Ternyata, tampak luarnya saja dia angkuh tapi tetap saja, dia itu Pit.

Selanjutnya, layaknya teman, kita berinteraksi banyak hal. Beberapa percakapan warung kopi 24 jam murah meriah sekitar kampus. Hunting foto bareng, dulu kita pernah menangkap matahari terbit tapi ternyata terhambat karena aku belum terbit dari tempat tidur. Satu hal yang harus diingat, Pit pernah membanting aku di muka umum. Dasar teman bajingan! Perbincangan lain-lain -tentang cinta, kuliah, hidup, dan entah berantah- juga terjadi demi penghargaan terhadap waktu yang berlalu atas nama pertemanan.

Pit adalah teman yang menyenangkan. Terkadang aku merasa lucu tapi sambil mengernyitkan dahi jika mendengar ceritanya. Salah satu penyebabnya, perbincangan ringan di suatu waktu.
Gita : Lo ngapain pit ikutan Kendo?
Pit   : Supaya gue bisa melindungi orang yang gue sayangi.
Alasan yang paling masuk akal. Maka beruntunglah perempuan yang dia sayangi. Semoga perempuan itu mengetahuinya.

Sekarang, Pit sedang tergila-gila akan membentuk tubuhnya, bukan, menjaga tubuhnya dalam bentuk ideal.
Gita : Kenapa sih pit lo mau ngurusin badan?
Pit   : Karena gue ingin membuktikan asumsi gue.
Gita : Emang apaan?
Pit   : Gue mau tau apakah ada hubungan gue gendut atau kurus dengan memiliki pacar. Jadi, kalau gue kurus berarti gue akan punya pacar.
Gita : Kalau ga?
Pit   : Berarti asumsi gue salah dan gue harus mencari asumi baru.

Dia bisa menghitung berapa kalori yang dia butuhkan dan darimana saja dia memperoleh itu. Ketika aku menghampirinya untuk curhat di pagi hari, dia membawa bekal sarapannya dengan menu nasi merah dan putih telor goreng ditambah vitamin C. Pernah dalam satu hari, dia melakukan setidaknya 3 kegiatan yang membuat dia bermandikan keringat. Pagi hari, lari pagi. Siang, fitness. Sore, DDR. Kalau aku harus mengikuti kegiatannya, sepertinya aku bisa-bisa kehabisan nafas karena kecapaian.

Entah dia akan membuktikan asumsinya itu atau tidak. Keinginannya untuk melindungi orang yang dia sayangi membuat dia harus tahu betul siapa orang tersebut.
Gue mau membuat dia tersenyum kalau dia ada di dekat gue.
Itulah si Pit, salah satu temanku yang luar biasa (aneh).

Semoga cinta Pit terhadap orang tersayang itu terbalaskan.



*nama disamarkan. Nama aslinya adalah Paulus Aprianto alias Aphiet.

1 komentar:

dheaditya's mengatakan...

semoga aphiet bisa bertemu dengan perempuan yang sama tulusnya seperti hatinya.

temanmu luar biasa git..
Kamu juga luar biasa.