Selasa, 12 Januari 2010

Belajar Bersabar dan Mengerti

Suatu waktu aku tersadar. Waktu yang dilalui telah menyadarkanku tentang pembelajaran. Bahwa interaksi kita dan manusia lainnya adalah langkah untuk memperkaya diri. Semoga dengan cukup bijak dan penuh makna ketika kita menjalaninya proses itu.

Ketika kita berbincang dengan teman. Lalu kita anggap bahwa dia tidak mengerti apa yang kita perbincangkan. Bukan berarti dia tidak mendengar. Hanya saja kita kurang bersabar untuk memastikan bahwa dia telah mendengarkan semua dengan baik. Mungkin saja perhatiannya teralihkan oleh aktivitasnya yang lain. Atau memang perkataan yang kita keluarkan tidak penuh arti bagi dirinya.

Teman yang lain, membuat aku belajar untuk mengerti. Mengerti bahwa waktu memang untuk dijalani. Di dalamnya dapat saja terjadi banyak hal. Asalkan kita mengerti, kita tidak perlu tergesa-gesa berlari di kekacauan dunia. Jangan sampai kita tenggelam dalam kebodohan. Mengertilah.


Terima kasih luar biasa bagi dua orang teman terbaik. Kalian mengajarkanku. Dengan waktu.

4 komentar:

Ariana Hayyulia Rasyid mengatakan...

wow... keren..

disaat seorang teman menjadi begitu sangat inspiratif, tentu saja senang rasanya, sampai-sampai ingin rasanya memeluk dan mengucapkan, "aku sayang kamu temaaann". Namun oh namun, apalah arti kata-kata, sama seperti apalah arti seseorang mengerti atau tidak dengan apa yang kita ceritakan. Toh mereka sudah mau meluangkan waktunya untuk mendengarkan kita, dengan itu saja sudah cukup :)

Gita P Djausal mengatakan...

agak kurang mengerti maksud dari nana.
Jadi? apa yang penting buat lo na?

waktu dari seorang teman? pelukan atau pengertian?

Ariana Hayyulia Rasyid mengatakan...

yah kalo begitu, aku harus bersabar sampai gita mengerti.. :D

yang penting buat aku git, waktu dari seorang teman..

Gita P Djausal mengatakan...

lalu lo cuma akan bersabar sampai gue mengerti tapi lo ga mencoba menjelaskan apa yang gue harus mengerti?

gue jadi bingung dengan kesabaran yang lo maksud.