Rabu, 11 November 2009

Tukang Nguping

Kali ini kisah tentang pengupingan pembicaraan orang. Lagaknya spionase padahal tukang nguping biasa. Ini sebetulnya sering sekali terjadi di sekeliling kita, khususnya untuk kita sang penikmat fasilitas umum atau transportasi umum. Untuk sekarang, mengambil kejadian di angkutan kota Bandung jurusan Cicaheum-Ciroyom 07.

Ketika saya menaiki kendaraan ini, tidak ada yang terlalu istimewa. Biasa saja. hanya orang-orang dengan tujuannya masing-masing. Setelah beberapa lama, dua orang gadis di depan saya mulai menarik perhatian karena yang satu menceritakan tentang si tokoh Akang berkali-kali dengan interpretasi yang macam-macam.

Ada pula perbincangan ketika Gadis 1 menceritakan bahwa si Akang pernah menanyakan tentang status pacarannya. Atau bahkan ketika si Gadis 1 merasa bingung bagaimana caranya membuat si Akang bercerita tentang dirinya sendiri apalagi pernah suatu ketika si Akang berkata kalau ternyata dia tidak kuliah. Walaupun begitu, Gadis 1 tetap ingin mengenal lebih si Akang karena ia menginginkan sesuatu yang benar. Gadis 2 pun memberi saran untuk menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan nalar. ini yang pada saat itu saya bingung tapi tetap saja saya putuskan untuk mendengar dengan baik.
Gadis 2 : Lo tanya aja tentang kesulitan untuk ketemu ma dosen pembimbing lo.
Gadis 1 : Gimana dong nanyanya?
...
Gadis 2 : Kenapa ga tukeran no telpon aja?
Gadis 1 : Ah, ga ah. Gue ga mau segitu antusiasnya.
...
"Waktu itu gue pernah pas chatting bilang gini..."
Gadis : Besok mau ketemu ma dosen pembimbing nih. Mana dikasih tugas lagi. Eh, jadi curcol deh.
Akang : Wah! Asyik dong!
Gadis : Kok asyik sih? Emang curcol apaan?
Akang : Ketua.
Dan dimulailah interpretasi oleh para gadis, yang perlu diketahui, seringkali terjadi di gadis manapun. Termasuk saya.

Gadis 1 : Si akang itu menganggap gue jadi ketua dari proyek yang dikasih sama dosen pembimbing gue.
Gadis 2 : Iya gitu? Tapi kayaknya maksudnya beda deh.
Gadis 1 : Emang gimana? kayaknya gitu deh.
...

Lama kelamaan sepertinya saya bisa menuliskan secara kronologis apa saja yang terjadi dengan Gadis dan Akang. Bahkan, saya bisa tahu bahwa mereka berkenalan pada Oktober tahun lalu. Si Akang berada di Malang, yang masih juga mereka ragukan, entah kenapa. Yang keterlaluannya, si Akang memberitahu bahwa Ucil (mohon dikoreksi jika salah karena bisa saja pendengaran saya tidak terlalu baik) itu bahasa jawa untuk cucu. Gadis 1 pun segera mengirim pesan singkat ke salah satu rekannya yang bisa berbahasa Jawa untuk mengecek kebenarannya.

Argh! Mengesalkan sekali! Rasa-rasa ingin bilang kepada dua gadis ini, "Mbak, maaf ya. Dari tadi ceritanya terdengar oleh saya. Coba nonton 'He's Just Not Into You' deh. Mungkin bisa ketahuan cowo mana yang beneran mau sama lo." Hahaha. Itu terlalu kasar. Kalau emang itu Akang pura-pura bisa bahasa Jawa, apa salahnya? Kalau Akang ternyata emang berbahasa Jawa, apa masalah lo? Begitu doang heboh.

Suatu cerminan, apakah saya pernah seperti itu? Seberapa parah? Apakah dulu sampai terbawa mimpi untuk menyusun skenario pembicaraan? Padahal itu hanya tameng untuk mengenal seseorang. Menjadi menakutkan bagi saya. Terkadang kita mengenal orang tidak sepenuhnya atas penghargaan terhadap dirinya tapi kita menyelubunginya dengan imajinasi dan interpretasi kita terhadap dirinya. Hal tersebut yang menjadikan kita terpenjara oleh pikiran kita sendiri.

Sebagai ilustrasi,
Gadis A : Bo! Kemaren si Ganteng sms gue.
Gadis B : Oh, ya? Sms apa?
Gadis A : Ga sms juga sih tapi balesannya beda dari biasanya.
Gadis B : Beda gimana?
Gadis A : Biasanya kan dia kalau bales sms tuh pendek banget. Satu kalimat. Malahan, kalau bisa satu karakter deh.
Gadis B : Teruss...
Gadis A : Kemaren dia bales sampe full caracther. 160. Hihihi.

Gubrak!
Padahal baru kali itu aja si Gadis A sms si Ganteng di saat Ganteng sedang rehat dari rutinitas kerjanya yang padat.



*nama Akang ini hanya untuk merepresentasikan pria yang mereka bicarakan.

2 komentar:

dheaditya's mengatakan...

kocak abisss tataaaaa!
tp banyak lagi cewek yang berinterpretasi atas tindakan cowok padahalll si cowok biasa aja.

that's why i believe in what i see not what i hear.

Gita P Djausal mengatakan...

Huehehehe...
emsng justru itu yang mau dikasih liat...
Banyak banget hal-hal yang cewek kadang tidak perlu lakukan.

intinya.. i agree with you.