Minggu, 29 November 2009

(Lagi) Pikiran Tengah Malam

Pagi tadi, berbincang -via teks- dengan seorang teman lama. Hanya basa-basi awalnya. Entah apa yang menggiring perbincangan itu, lalu muncullah perbincangan yang sedang banyak dibicarakan oleh orang-orang umuran saya. Pernikahan.

Dia bilang, lo jangan ampe nikah hanya karena status, bul.
Gue tampang mengejar status gitu? Kalau cuma status, hari ini juga bisa langsung ganti status di situs sosial
Bukan gitu maksud gue. Gimana ya ngomongnya?
Maksud lo, 'menikahlah ketika lo udah siap secara mental dan fisik. Bukan karena orang lain mempertanyakan kapan lo akan menikah'. Gitu?
Benar!

Sedikit bingung pada akhirnya, apakah itu petuah yang dikeluarkan oleh teman saya atau saya sendiri. Lain lagi dengan berita yang disampaikan oleh teman-teman di masa SMA, setidaknya 3 orang akan menikah bulan depan. Menyenangkan? Tentu saja. Teman-teman terbaik saya juga akan menikah tahun depan, setidaknya dua orang yang sudah pasti, satu lagi dalam tahap menetapkan hatinya. Saya kapan?

Waktu yang tepat semoga akan datang. Sesegera mungkin? Asalkan ia datang pada waktunya. Sering juga mendengar cerita kalau seseorang menginginkan sosok yang telah ia buat kriterianya. Secara fisik, harus ganteng, putih, atau tinggi. Secara personal, orangnya menyenangkan, periang, atau pencemburu. Apapunlah. Terserah kriteria apa yang ingin dibuat. Kalau saya? Tidak pernah bisa menyebutkan sosok/kriteria pria seperti apa yang saya inginkan.

Suatu waktu lalu, saya pernah berpikir mungkin saya harus katakan padanya kalau kita hanya berteman. Lalu, pikiran lain muncul lagi. Kalau orang yang menikah adalah untuk memiliki teman dalam hidup, gimana tuh? Berarti pikiran saya itu menjadi menyatu. Hanya saja harus ada hal-hal istimewa luar biasa agar seseorang bisa menjadi teman dalam hidup sehingga menjadi pembeda dengan teman pada umumnya.

Dengan segala macam omongan dan apapun yang dibicarakan dalam tulisan kali ini yang tidak memiliki alur. Saya iri dengan teman-teman yang telah menikah dan  akan menikah. Saya akan bahagia jika tiba waktunya.

3 komentar:

jenderal mengatakan...

kok seperti sangat serius sekali tulisan ini...

kepikiran po git..??

hehehe

Gita P Djausal mengatakan...

huehehehe...
kepikiran apa ya jel? ga tau juga sih mikirin apaan.
Lagi banyak aja kali di sekitar gue yg ngomongin nikah. trus tahun depan ngomongin anak. hahahaha...

Anonim mengatakan...

awal yang baik