Sabtu, 14 November 2009

Endah N Rhesa

Benar-benar merasa bahagia dapat menghabiskan waktu menyaksikan orang menampilkan kemampuan mereka dalam musik, sampai-sampai mereka sendiri tenggelam di dalamnya. Dengan tambahan, kita pun tenggelam dalam rasa kita sendiri. Indahnya.

Sudah lama saya membeli CD Endah N Rhesa. Hal utama yang mendukung saya untuk membelinya adalah cover-nya yang lucu dan harganya yang masih bisa dijangkau. Jadi, saya memang "judging something by its cover". Untungnya, gaya musik mereka sesuai dengan selera saya. Itu menjadi bonus kemudian.

Minggu, 8 November 2009 bertempat di Sasana Budaya Ganesha. Saya dan teman-teman saya lainnya mendatangi acara musik Symphonesia 2009 yang merupakan rangkaian acara dari Symphonizing the ASEAN. Sisi baik acara tersebut dilaksanakan adalah untuk menyosialisasikan tentang upaya ASEAN dalam mencapai ASEAN Community di tahun 2015. Saya mencium bahwa ASEAN mencoba mengikuti jejak Uni Eropa dan membentuk ASEAN Community adalah langkah pertama. Cukup mengenai ASEAN. Mari kita kembali ke acara musik.

Mulanya agak menyebalkan karena pos-pos yang dilewati terlalu banyak dengan jeda yang aneh sekali. Pertama, kita melewati gerbang masuk dengan penjagaan dua orang. Lalu melangkah cukup panjang. Kedua, tiket kita disobek. Beberapa langkah kemudian, tas kita digeledah. Ketiga, setelah melangkah beberapa lagi, tiket dan leher dicap. Ini belum juga masuk ke dalam venue-nya.

Di pintu masuk venue, kita diperiksa lagi. Pertama, pemeriksaan tas (lagi). Lalu, diperiksa hologram tiket. Ketiga, cap UV di anggota badan. terakhir, pemeriksaan tiket (LAGI!!!) bagian cap UV. Baru setelah hal-hal menyebalkan itu, kita dipersilakan untuk duduk di deretan kursi. Saya pikir kita akan berdiri sepanjang waktu tapi ternyata duduk d kursi. Duduk dibanding berdiri ternyata bukan sesuatu yang buruk.

Setelah menonton permainan Angsa dan Serigala, muncullah duo yang figurnya merupakan misteri bagi saya, Endah N Rhesa. Yeah! Akhirnya saya bisa mengetahui wajah-wajah mereka karena selama ini saya membentuk imajinasi bagi sosok Endah. Seorang gadis berkacamata yang berambut panjang dan memiliki gaya yang sangat otentik, seperti orang yang waktu itu pernah nge-jam bareng Syaharani ketika acara Big Band di Sabuga sekitar tahun 2005-2006. Ternyata, orangnya berbeda walau penampilan mirip dengan imajinasi saya. Kalau Rhesa, mengingatkan saya dengan seorang yang saya panggil 'Om' karena keriting-kurus-kacamata dan yang pasti HIDUP. Hahaha. Bodohnya saya, ternyata di lembaran buku CD mereka memang ada wajah mereka dilukiskan. Harusnya saya tidak perlu repot-repot berimajinasi.

Bagi saya, mereka membuat permainan musik mereka bagaikan mainan yang akan selalu mengembangkan senyum di bibir mereka. Lucu sekali. Bass Rhesa dan vokal Endah kadang saling sahut layaknya bercanda dalam bahsa yang tidak seperti orang kebanyakan. Satu-dua lagu diberikan prolog tentang kisah lagunya. Entah nyata seperti itu, atau kisah itu adalah pengandaian paling menyenangkan untuk didengar oleh kita semua.

Kalau tidak salah, lagu yang berjudul "I don't remember". Begini kisahnya,
Seseorang ini melihat seekor anjing, tiap kali ia ingin menangkapnya si anjing pergi. Bingung. Kenapa ya? Kenapa anjing itu begitu melekat di ingatannya? Tiba-tiba! Ingatannya kembali pada suatu masa. Dulu, ia menyelamatkan anjing ini dari laju kencang truk dan itu yang menyebabkan ia mati, dan berwujud seperti sekarang ini.
Wow! Dramatis sekali.

Sebetulnya, 'i'm not a music person' (ini kalau jadi bahasa Indonesia apaan ya?). Dari sebelas lagu yang ada dari Endah N Rhesa, yang saya sering dengarkan hanya satu lagu yang berjudul, 'When You Love Someone'. Alasannya adalah menyenangkan ketika mendengar, 'if you love someone/ just be brave to say/ that you want him to be with you...' dan seakan-akan sosok pria dalam lagu itu adalah imajinasi yang tidak dapat diraih. Lirik berikutnya yang kemudian, setelah berdiskusi dengan teman, kurang dapat disetujui. 'when you hold your love don't ever let it go/ or you will lose your chance to make yor dream come true'. Kalau setuju dengan liriknya, monggo. Kalau tidak, alasan saya karena seakan-akan kita akan mengekang kebebasan pasangan kita, dengan bahasa lain, kalau kita sampai menutupi kebahagian orang yang kita sayangi maka kita akan menjadi orang yang jahat.

Apapun. Apapun yang sudah saya tuangkan, semoga memberikan masukan terhadap buah pikiran. Salute buat Endah N Rhesa! (12 November 2009, saya menonton mereka lagi!).

Tidak ada komentar: