Minggu, 11 Oktober 2009

Tonijack Indonesia!

Semalam, kunikmati waktu dengan sendiri. Alasan utamanya adalah bosan dengan diri sendiri yang sepanjang siang berada di rumah.

Tindakan awal untuk penyelamatan perut adalah mengisinya dengan karbohidrat berwujud nasi, pastinya. Dasar Indonesia. Beberapa hari yang lalu membaca pemberitaan tentang gugatan Pak Bambang N Rachmadi terhadap McDonald's Inc. (atau international yah?). Hal tersebut kemudian yang berakibat berubahnya bendera alias merek makanan cepat saji di 13 gerai di Indonesia. Tonijack's, dengan slogan, better than that one. Temanku ada yang komentar, slogannya sangat menyindir. Ketika ingin memesan, sedikit bingung karena menunya berbeda dengan yang sudah familiar bagi kita. Ada satu menu yang tampak menggugah selera, Blackpepper Burger. Bisa saja itu super duper biasa saja makanannya tapi ketika itu superb menggoda. Namun, berhubung ini urusan perut - bukan hanya lidah-, aku memilih untuk menu bernasi.

Benar-benar luar biasa! Ini namanya buru-buru banget deh! Seperti suatu buku pernah bilang, urgency only arrive when you do. Kertas buat nampan hanyalah kertas putih kosong. Kertas bungkus nasi hanya cukup di cap saja, tulisan merek makanan cepat saji itupun tersamar. Gelas minuman plastik see through, bukan gelas styrofoam berlabel merek seperti umumnya.

Ditambah lagi, pembagian gelang gratis bagi anak-anak. Dengan menunjukkan gelang tersebut, si anak bisa memperoleh ice cream cone (ada pilihan lain sepertinya. tapi saya lupa). Untuk pengguna provider CDMA Esia, cukup menunjukkan layar hp, maka akan mendapatkan sesuatu (juga lupa). Promo yang lumayan.

Dosen pemasaranku pernah bilang terkadang beberapa bisnis dijalankan bukan untuk menguasai pasar secara langsung. Namun, untuk mengambil market share secara perlahan namun pasti. Seperti kita memakan satu potong kue tart, akan lebih baik jika kita memakannya sedikit demi sedikit.

Petualangan dilanjutkan dengan menikmati waktu di Starbuck Coffe. Hmm... Kalau dipikir-pikir, kok seperti menjadi korban penjajahan modern bangsa Amerika ya? Bukannya memilih warung kopi pinggir jalan atau memilih merek yang berada di bawah bendera merah putih. Bodoh. Sesekali. Kenapa tidak?


4 komentar:

Doogy mengatakan...

Blog yang bagus, Mau Lihat Menunya ada enggak ya.. ?
saya coba http://www.tonyjacks.net kayanya belum ada..

Gita P Djausal mengatakan...

Terima kasih. semoga sedikit memberi sudut pandang :D

saya belum tahu ya kalau dia udah punya website atau belum. sepertinya ini fast food keluaran indonesia yg dibuat franchise secara cukup signifikan, untuk pertama kalinya.

Anonim mengatakan...

Git, itu tj (sebutan akrabnya) tinggal selemparan batu ma kantor gue.. tapi sejak pertama kali muncul belum pernah gue kesana..
masih cukup puas dengan catering 10rb di kantor..hehhehehe...
muterin roda ekonomi dari garis yang paling bawah aja dech..
hehehehe...

blognya bagus..
lanjut yah..

-hori-

Gita P Djausal mengatakan...

hehehe...

gue sih milih makanan yang bisa mengenyangkan perut aja hor. Waktu itu pas lagi jalan sendirian plus baru baca mini artikel ttg TJ.

- akan gue usahakan untuk terus menulis :D -