Rabu, 14 Oktober 2009

Hati-Hati di Jalan

Jika ingin pergi, pergilah. Jangan biarkan diri ini menahanmu.
Sesungguhnya, kuasa hanyalah milikNya.


Ketika kau tanyakan keraguan, yang dapat kujawab sepenuhnya hanyalah keraguan itu.

Entah apa yang terjadi jika yang kau tanyakan adalah harapan. Mungkin aku juga akan berkata tentang pengharapan atas hidup atau keraguan yang tersembunyi itu akan muncul ke permukaan.

"Dapatkah kau beri kepastian untukku?", begitu ujarmu.
"Tidak", dan bagiku kepastian akan tiba pada waktunya yang tepat. Sebelum itu terjadi, hanyalah kemungkinan.

Haruskah aku berkata,
Sabar ya. Berikan waktu aku berpikir.
atau
Pasti.
Jawaban mana yang kau pilih?

Aku adalah manusia penuh kurang. Menjadi wajar jika dirimu tidak pernah puas. Akupun begitu, tak pernah puas atas apa yang ada pada dirimu. Bahkan, aku tak pernah tahu apakah keberadaanku di dunia ini sesungguhnya memberi arti bagi kehidupan orang lain. Mohon maaf darimu jika kesulitan yang didapat ketika dirimu berinteraksi denganku. Pernahkah hadirku ini memberi arti?

Apakah aku akan menghentikan langkahmu yang begitu pasti ingin pergi dari tempat kita berdiri? Tidak. Pergilah, demi kebaikan. Bagaikan merenda, dia bisa saja menjadi satu taplak meja makan untuk 8 orang atau hanya cukup untuk menjadi tatakan gelas. tinggal pilih proses mana yang ingin dijalani. Kalau untuk menyelesaikan satu tatakan gelaspun tidak terampungkan, jangan harap dapat menyusun rangkaian taplak meja. Maka, teruslah melangkah. Jangan pernah berhenti, jangan pernah berpaling ke belakang. Buat hidupmu menjadi rangkaian benang yang tak pernah putus.

Pada titik tertentu,hidup pernah terasa begitu menyeramkan dan mungkin akan terjadi lagi. Harapanku yang tidak pernah ingin dipadamkan sampai kapanpun, hanya satu, kehidupan yang lebih baik. Bukan hanya untukku, juga untukmu, kalian semua, dan mereka. Dengan begitu, kebahagiaan akan terasa kehadirannya. Masih sering terlihat pelangi setelah hujan lebat, kan?

Aku akan tidur ketika kau pergi agar semua dapat terlepas oleh dongeng mimpi yang indah. Bayanganmu akan lekang di alam mimpiku.

Hati-hati di jalan.

3 komentar:

Ariana Hayyulia Rasyid mengatakan...

setelah itu dia datang ke tempatku, dan muncul lah blog berjudulkan silence...

=))
ahahahahhahahahahhahaha, ko bisa-bisanya ya disambung-sambungin.
Tp, ini sangat menginspirasi sekali bu hajjah gita, nanti setelah EPP dan Etika beres, aku ingin mengutip beberapa kalimatmu, mohon diizinkan. Terimakasih.

:D

Selamat menjalani kisah baru dalam sebuah buku yang baru...
:)

Gita P Djausal mengatakan...

wah... kalimat yang pertama aku ga ngerti deh...


sok aja lah na... dikutip juga boleh.

aku ga ganti buku kok na.

buku aku cuma satu.

Anonim mengatakan...

uda...terima aja git..
kali aja bisa bikin lu bernti makan orang..wkwkwkwk