Senin, 28 September 2009

City of Angel

Film lama yang belum sempat secara sadar kutonton. Sepotong demi sepotong aku menyaksikan film City of Angel karena diselingi dengan melakukan aktivitas lainnya. Semenjak dulu dinyatakan bahwa ini adalah film cinta yang menggugah. Itu benar.

Konsep yang menarik, percintaan antara manusia yang penuh rasa dan malaikat yang buta akan rasa. Walau keberadaan malaikat yang seperti ini dapat saja memunculkan kontradiksi lainnya. Maka, aku akan menceritakan tentang pendapatku ketika menonton film ini.

Apa jadinya jika kita mencintai orang tanpa harus didahului dengan indra perasa lainnya, hanya dibutuhkan suatu perasaan yang kuat, aku cinta kamu. Walau dirinya telah menyakiti kita, itu pun tidak terasa karena kita buta akan segala rasa, kecuali satu (cinta). Kebutaan ini yang membuat kita menjadi gila. Pada satu titik, aku butuh rasa. Rasa yang membantu kita untuk mewarnai hidup dan cinta.

Biarkan aku merasakan diriku terasuki oleh dirimu dan izinkanlah aku menyentuhmu agar kau dapat merasakan apa yang aku rasa.

Itu yang luar biasa menyentuh. Ketika sang malaikat merasakan setiap pengalaman pertamanya dalam merasakan segala hal. Keindahan terasa nyata. semua pun menjadi nyata.

Tidak ada komentar: