Senin, 23 Februari 2009

Terlalu Banyak

Membayangkan diri berada di bawah naungan pohon, merebahkan badan di atas rumput. Memejamkan mata. Angin berhembus dengan sejuk yang terdengar hanyalah hasil pergerakan hewan yang ada di sana dan suara-suara mereka yang harmonis. Semakin lama, semakin menikmati ketenangan. Andaikan saja.

Pikiran ini terus berputar tanpa henti. Aku selalu menginginkan jawaban atas segala hal. Apapun itu. Aku tidak suka berada dalam kebertanyaan. Seorang terman pernah berkata, tidak segalanya harus diketahui. Ya, ada benarnya. Kejahatan-kejahatan kecil tidak perlu diketahui. Dunia harus terus memiliki misteri agar kita tiap hari akan terbangun dengan antusiasme untuk menikmati petualangan baru yang akan dijelang.

Aku ingin kata darinya. Rangkaian kata yang dapat menjelaskan juga menenangkan pikiran yang meledak-ledak ini. Aku terlalu banyak memikirkannya. Seakan-akan perlahan pikiran ini akan membunuhku. Namun, dia sulit tuk berkata. Rasanya ingin memburunya dengan sederet pertanyaan. Kalau keadaan justru memburuk? Siapa yang bertanggung jawab? Apakah aku rela berada dalam keterburukan dibanding kebertanyaan?

Harusnya dia tahu kalau aku selalu memunculkan sosoknya dalam pikiranku. Dia juga harusnya tahu kalau aku membenci jika harus seperti ini. Berusaha menikmati waktu berlalu dengan segudang pertanyaan.

Tidak ada komentar: