Selasa, 23 September 2008

the unspoken word

kamu: aku pergi ya.
jangan. di sini aja. temani aku sebentar

aku: ga ada yang mau diomongin ke aku?
kamu: ga ada.
kenapa? aku kan jahat beberapa hari ini.

aku: kamu ada acara?
kamu: ya. makan bersama.
baiklah. lalu, kenapa tidak dari siang tadi kamu kasih tau kalau ada acara buka bareng. kenapa aku tidak kamu ajak?

aku: aku pergi.
kenapa kamu terdiam saja? kenapa tidak terlintas di kepalamu untuk bilang, 'kamu mau kemana sih? nanti aja. tunggu sebentar. nanti aku anterin. buru-buru amat' atau memang aku yang ingin menjadi putri kerajaan?

aku: kenapa ga dari awal tanya keberadaan aku?
malah pusing dengan kehabisan stok majalah. tapi kamu diam saja. kenapa tidak marahi saja aku, bilang 'kamu juga dari awal kasih tau yang bener dong'.

kamu: (diam saja)
kenapa tidak kamu tanyakan tentang ujianku. kenapa kamu tidak tanyakan tentang hal apa yang aku ketik. kenapa kamu berada begitu jauh ketika aku diam di sini

aku: (diam)
aku adalah orang yang paling menyebalkan.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

terkadang terlalu banyak pertanyaan adalah penyiksaan. itu sebabnya ada yang disebut dengan pengertian.

love, respect, understanding, forgiving and trust