Senin, 22 September 2008

Artikulasi

Apakah semua harus terartikulasi secara jelas? Jika semua begitu jelas, lalu, apa yang akan diberikan oleh kehidupan? keajaiban bukan lagi suatu yang mengejutkan jika semua sudah mengetahuinya.

Tidak ada lagi gadis kecil merengek pada mamanya meminta dibelikan sebuah boneka artifisial. Tanpa berkata pun sang gadis akan mendapatkan lebih dari sekedar boneka. Maka nanti, hidup akan terlalu hambar untuk dijalani. Tidak ada lagi misteri-misteri kecil yang muncul tiba-tiba atau bahkan perlahan ingin terkuak.

Mulut yang berbicara. Hati ini merasakan. Kita berkomunikasi dengan kata-kata yang terucap yang terkadang melupakan hati yang perasa.

1 komentar:

Nana mengatakan...

ya, kadang-kadang kata-kata yang terucap melupakan hati yang perasa..
sehingga sering kali banyak konflik yang terjadi akibat kesalahpahaman itu.

akankah hati dan pikiran bisa bekerjasama untuk mengeluarkan kata-kata yang setidaknya tidak begitu berbeda dengan apa yang kita pikirkan dan kita rasakan?

ahaha, aku ga ngerti apa yang aku tuliskan ini..
:D