Sabtu, 02 Agustus 2008

the beauty of lampung.

Siapa yang ga cinta sama daerahnya sendiri? Ayo! Mengakulah. Karena kalian adalah orang-orang yang merugi. Terdengar seperti sabda ya? Jangan terlalu serius, santai saja.

Kalau di Lampung -harap maklum karena saya tinggal di Lampung- bisa dibilang semua kenal semua. Hiperbolik memang tapi itu penggambaran yang paling dekat. Sebagai ilustrasi, waktu itu pernah ada gubernur terpilih di Lampung, sayangnya dia tidak dilantik sebagai pemimpin provinsi ini karena satu dan lain hal. Ada yang bilang kalau terpilihnya dia sebagai gubernur memang tidak pernah diinginkan oleh pemerintah pusat. Saya lupa-lupa-ingat kalau tidak salah dia digagalkan karena ada pendanaan gelap dalam kampanyenya.

Ada yang lucu sekali menurut saya. waktu itu dia terpilih sekitar tahun 2003. Tahun ini akan dilaksanakan Pilkada 2008 untuk memilih pemimpin daerah. Ketika awal pilkada dikumandangkan, tiba-tiba muncul pernyataan "Mengajukan untuk (kalau ga salah) penunjukkan langsung -nama gubernur terpilih yg tidak dilantik- sebagai gubernur untuk periode selanjutnya." Hal apa yang mungkin muncul di pikiran saudara sekalian? Wajarkah dia meminta hak untuk menjadi guebernur yang sesungguhnya periodenya atau waktunya telah habis?

Itu adalah salah satu pernyataan dan sikap yang ceroboh karena itu menunjukkan pembelajaran politik yang salah kepada masyarakat. Mengecewakan. Ini menjadi cerminan sikap politik di Lampung. Pihak yang tersingkir tidak bisa berbesar hati menerima keadaannya walaupun telah melewati waktu lima tahun. Adanya rasa tidak menghargai masyarakat Lampung akan haknya untuk kembali memilih di Pilkada Lampung 2008.

Ada lagi kejadian yang menurut saya harus dipertimbangkan oleh para calon pemimpin daerah nanti. Ada suatu acara yang berbicara tentang lingkungan. Acara tersebut diadakan oleh salah satu LSM yang juga (pastinya) bergerak di bidang lingkungan. Acara tersebut mengundang salah satu perwakilan dari negara. Bodohnya, kepala dinas salah satu instansi menolak untuk hadir hanya karena cemburu atas LSM tadi yang banyak mendapat kucuran dana. BODOH. Padahal jika suatu daerah menerima tamu kenegaraan, harusnya ada penerimaan secara negara/protokoler atau apapun itulah namanya. Jadi, tolonglah jangan terlalu bodoh. Melupakan penghargaan antarnegara hanya karena uang.

Dengan segala konflik yang ada di Lampung. Itulah yang membuatnya menjadi indah dan selalu tergerak untuk mencari tahu apa yang terjadi dan apa yang terjadi di belakangnya. Bumbu-bumbu cerita terhadap perspektif hidup.

4 komentar:

Nana mengatakan...

wah wahh.. gita sangat memperhatikan kota tercintanya yaa..

hmm, sayangnya aku masih belum bisa untuk membuat blog ttg politik. heuheu, tapiii si bapak walikota lampung itu berarti Pede Jaya sekali yaaa untuk terus memimpin Lampung, padahal dia tidak diharapkan?
hohooo, dasarr orang2 yang punya kepentingan.. Pasti selalu menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang ia inginkan..
huhuhuhuu..


Gita, bawa aku ke Lampuung!

Pikiran Tanpa Henti mengatakan...

hahahaha...

nana...
gelar kita nanti adalah S.IP itu bisa menjadi Sarjana Ilmu Penggosip atau Sarjana Ilmu Politik. tergantung situasi.

mau ke lampung?
gampang.
tinggal beli tiket. wanna come?

Nana mengatakan...

hahaha, ayo deh, POTRET on Vacation selanjutnya kita ke lampung yuk..

pas liburan abis uts ajaaa, hahaha..
itung2an budget yuuukkk

Manipulation Photografer mengatakan...

kritis banget om gita ini .
ke lampung na?
abis lampung to padang to aceh hahahaha
jalan2 dah.