Senin, 07 April 2008

Gagal Ngeceng

Kalau mau dibilang patah hati, kayaknya ga tepat juga deh. soalnya hatinya juga belum menyatu. Kalau mau mengaku ga kepikiran sama sekali juga ga bener. Yang pasti sih jadi patah semangat. Tiba-tiba tanpa disadari, sikap dari diri sendiri ke pria ini juga jadi berbeda. Awalnya, pengen ngerasain jatuh cinta, walaupun untuk mengangkatnya menjadi seorang kecengan pun terpatah sebelum ada langkah nyata mengekalkan keberadaannya dalam hari. Intinya sih, GAGAL NGECENG!

Kekuatan cinta itu tidak boleh dihalangi. Itu kata temen gue yang bijak tapi bohong. Untuk kondisi ini mungkin gue nyerah duluan. Ada kekuatan cinta yang lebih besar terpancar dari sisi yang lain. Kemudian, gue baru sadar kalau kekuatan cinta itu cuma terkalahkan oleh kekuatan cinta yang lain.

Contohnya nih, kita cinta banget sama mobil hitam yang nangkring di garasi. Rasa cinta ini pasti luluh ketika kita mewujudkan cinta kita kepada Tuhan. Sama halnya dengan kakak yang suka banget makan coklat, ketika tiba-tiba adiknya tanpa sengaja memakan coklat yang tersimpan rapi di kulkas, si kakak marah

Pengen banget dapet kecengan baru. Biar ke kampus semangat. Biar kalau malem ada yg di sms dengan langkah-langkah yang begitu rapi. Apalah daya, namanya juga gagal ngeceng.

Bedanya dengan orang yang kita sudah terbiasa dan orang yang baru akan kita biasakan itu adalah ketika kita memulai pembicaraan hari itu. Untuk orang yang sudah terbiasa, kita sudah tahu apa yang terjadi pada dirinya di hari lalu, yang kita belum tahu adalah hari ini, esok, dan nanti. Kita juga sudah mempunyai bayangan, seperti apa nanti dia akan menjalani harinya, setidaknya.


Dengan orang yang baru mau kita kenal, pikiran kita begitu menumpuk. Keingintahuan tentang pribadinya, lingkungan sekitar dirinya, orang-orang tersayang-nya, atau bahkan pendiriannya. Apalagi kita juga belum tahu tindakan atau perkataan apa yang bisa saja melukai dirinya atau menyenangkan hatinya.

Dulu, selalu sukses ngeceng. Setiap ada barang bagus yang lewat, pasti kudu dikeceng. Entah. Apa karena sekarang pemandangan lebih kusam atau persepsi gue untuk ngeceng yang berubah? Atau justru ternyata cuma gara-gara emang belum jodoh aja kali. Menyedihkan.

Ada pelajaran berharga nih gara-gara gagal ngeceng yang kali ini. KALAU MAU SUKSES NGECENG, PASTIKAN KECENGAN DARI KECENGAN LO GA ADA DI SEKITAR LO. NTAR BIKIN ILFEEL.

hehehehehe

Tidak ada komentar: