Sabtu, 28 Februari 2009

untuk: kamu

akankah ada kata-kata yang cukup?
apakah kata-kata itu akan menjelaskan?
bukankah kata-kata nantinya
semakin membuat permainan kata semakin sulit?

mungkin kau memang pemecah teka teki silang
yang duduk termangu memegang pensil
lengkap dengan kerutan di dahi

memikirkan kata


ditulis 29/01/2006


Rangkaian kata ini tertulis karena keberadaan dirimu di dalam otakku. Tersadarkan bahwa yang terjadi seharusnya adalah suatu pemahaman atas masing-masing diri. Namun, aku masih menunggu kata darimu. Semoga saja.

Senin, 23 Februari 2009

Terlalu Banyak

Membayangkan diri berada di bawah naungan pohon, merebahkan badan di atas rumput. Memejamkan mata. Angin berhembus dengan sejuk yang terdengar hanyalah hasil pergerakan hewan yang ada di sana dan suara-suara mereka yang harmonis. Semakin lama, semakin menikmati ketenangan. Andaikan saja.

Pikiran ini terus berputar tanpa henti. Aku selalu menginginkan jawaban atas segala hal. Apapun itu. Aku tidak suka berada dalam kebertanyaan. Seorang terman pernah berkata, tidak segalanya harus diketahui. Ya, ada benarnya. Kejahatan-kejahatan kecil tidak perlu diketahui. Dunia harus terus memiliki misteri agar kita tiap hari akan terbangun dengan antusiasme untuk menikmati petualangan baru yang akan dijelang.

Aku ingin kata darinya. Rangkaian kata yang dapat menjelaskan juga menenangkan pikiran yang meledak-ledak ini. Aku terlalu banyak memikirkannya. Seakan-akan perlahan pikiran ini akan membunuhku. Namun, dia sulit tuk berkata. Rasanya ingin memburunya dengan sederet pertanyaan. Kalau keadaan justru memburuk? Siapa yang bertanggung jawab? Apakah aku rela berada dalam keterburukan dibanding kebertanyaan?

Harusnya dia tahu kalau aku selalu memunculkan sosoknya dalam pikiranku. Dia juga harusnya tahu kalau aku membenci jika harus seperti ini. Berusaha menikmati waktu berlalu dengan segudang pertanyaan.

Senin, 02 Februari 2009

Rivers Of Love - Lisa Ekhdal

This night
I awoke
Out from dreams
Of tall cascading fontains
Of love
I'm floating like a dove
Covered from above
With fountains of love

And you
Fly with me
Through a scene
Of deep caressing rivers
Of love
Soft as a dove
It's you i'm dreaming of
With rivers of love

Flowing from above
Knowing only of
Rivers of love

Janggal

Rasanya ingin menenggelamkan pikiran sehingga tubuh ini berada dalam kehampaan. Aku takut berpikir dan merasakan apa yang tidak pernah dapat kunyatakan. Semua bagaikan ilusi. Mengapa ilusi ini dapat menghantui perasaan dan pikiranku? Mengapa aku membiarkannya terjadi? Ini membingungkanku. Keberadaannya tidak pernah nyata secara fisik. Apakah itu dapat membenarkan apa yang terjadi dalam perasaanku?

Penuh kesadaran aku berkata dan bertindak. Namun setiap kata yang dia ucapkan dan tindakan yang dia lakukan memberikan misteri. Keterbingungan semakin hadir. Harusnya kita berteman. Namun, jika sesuatu menjadi keharusan pastilah memunculkan konsekuensi yang jelas. Ini tidak. Mungkin seharusnya kita berteman tapi kenyataannya pertemanan yang kita bentuk memiliki suatu kejanggalan.

Aku tidak memberi syarat atas pertemanan. Hanya saja, pikiran itu tidak selalu sejalan dengan perasaan. Aku memang berpikir bahwa aku dan dia hanyalah berteman. Ternyata, perasaan sepertinya tidak sepakat. Lalu, karena perasaan yang berkata dia memiliki kemungkinan yang kecil untuk menjadi ungkapan verbal, terlalu banyak yang tidak terwakilkan. Janggal.

Perlukah aku mengetahui apa yang sesungguhnya dia rasakan? Haruskah terjadi diskusi dengannya? Kesadaran untuk mengetahui apa yang orang lain rasakan, dia dan aku dan juga sebaliknya. Jika ini terjadi, bisa saja menakutkan. Menakutkan untuk pikiran, terlalu banyak bekerja nantinya. Jangan sampai aku menggila.

Tahukah kamu kalau aku menunggu sesuatu terjadi?

[sepertinya perlu sedikit revisi. nanti saja.]