Rabu, 14 September 2011

Lost My Mind

I lost.

Back then, I was planning on dreaming my wedding will be. Typically theme of thoughts that are sounding around the people, wedding. This month, my best friend will celebrate her wedding. After long road of negotiation and planning, the time is ripe for her.

How about me? Earlier in this year, my parents said, "It would be nice if you get married this year." I was hoping somebody will soon propose me to be his wife. The reality -as usual, keeps ruining my dreams-, was not happening. Maybe there are wrongs in me. Whatever. Maybe God just want to say, "Just relax, Gita. Time will come". Until last week, I still believe that somehow, I might achieve it. Why? Because some people said about The Secret, the power of minds, when we are thinking about something it means we are sending energy to others in this entire world. As consequences, the energy will come back to us. Or I was not giving big and large enough of praying and wishing. If I think about why there are no single man would be happy to be my husband, then I could kill myself. It is unnecessary thoughts, though it scrams into my mind.

Suddenly this blog having too much drama.

Yes. I hate being alone. I love to have my friends being around me. Even only going to ATM, I want a friend  to be with me. Simple solution: get a personal assistance but it would be very costly. When I am alone, it is hard for me choosing what I should do.


In the middle of nowhere, which actually in my car, my mum said, "Your father said, take your time.". And the confusion starts to follow.

The urgency come when we decided it. It is still and always be an ordinary thing when we think that is an unnecessary. So, what will I do? I'm just hoping for the best. I want to be the best of me. Hope God will lead the way.

It takes two to tango.

Minggu, 04 September 2011

Lebaran Kali Ini

Lebaran kali ini berbeda seperti biasanya. Esensi yang sama, hanya saja rekaman-rekaman peristiwa yang berbeda. Waktu terasa perlahan berlalu.

Sebelum terjabar begitu luas, aku hanya ingin menceritakan hidup manusia. Sekelompok manusia di bawah atap yang sama, memiliki hubungan darah. Sekelompok orang yang memiliki interaksi unik diantaranya.

Biasanya, ada satu waktu ketika kita semua heboh membereskan barang. Menyingkirkan yang sudah diluapak sejak lama, memilih kertas-kertas ataupun barang yang mungkin dirasa akan ada gunanya. Jatah aku hanya membuat sofa yang sudah bertahun umurnya tampak lebih indah di mata. Hanya menggunakan kain panjang yang diselipkan diantara sela. Memberikan warna yang berbeda di ruang tamu.

Papaku, yang biasanya bersantai, tahun ini dia dengan giatnya merapikan segala yang bisa dia rapikan. Sampai pada saat dia mengganti meja televisi yang sudah melengkung dan menambah lemari untuk penyimpanan. Itu juga ditambah dengan pengganti kipas angin yang sudah berbau gosong dengan kipas angin yang menempel dinding.

Rumahku selalu membuat kue kering. Kalau tidak dibikin, abangku bisa protes dan membuat mamaku kembali membuat adonan mentega, gula, dan telur itu dikocok oleh mesin pengocok. Kuenya tidak pernah susah, hanya nastar, kue keju, dan putri salju. Tahun ini, bertambah satu jenis: sagon bakar. Biasanya, aku juga ikut membantu tapi sekarang tidak begitu. Biasanya selalu tergoda ketika itu baru dipanggang. Entah mengapa, aku kehilangan masa-masa menghirup kue yang baru selesai dipanggang.

Aku dan adikku, tahun ini diberi berlimpah rejeki oleh Allah SWT. Senangnya. Hari menjelang lebaran disibuki oleh pemenuhan pemesanan cupcakes dan cookies. Menyenangkan.

Tamu papa juga tidak sebanyak dulu sebagai gantinya, tamu yang datang adalah tamu anak-anaknya. Saat berkumpul dengan teman-teman, banyak dari mereka sudah berkeluarga dan datang bersama anak mereka. Lucunya anak-anak kecil itu. Topik-topik pembicaraan juga sudah bergeser. Masih untung topik tidak membicarakan pekerjaan dan solusinya.

Yang paling menyenangkan adalah foto keluarga. Foto keluarga tahun ini, anggota keluarga besar Anshori Djausal lengkap, sampai dengan empat orang cucunya. Untuk menjadikan foto keluarga ini juga diperlukan bangku yang baru saja diselesaikan oleh kakak iparku. Diperlukan waktu sampai dengan menjelang tengah hari untuk menyelesaikan sesi foto bersama. Tambahan untuk tahun depan adalah memilih pose dan posisi yang lebih baik agar proporsi semakin baik.

Tetap saja, lebaran selalu melekat di hati. Selalu dirindukan kehadirannya di setiap tahun. Semoga amal ibadah terus bertambah dan terimaNya. Amin.