Sabtu, 23 Juli 2011

Kata Orang

Seorang teman berkata, "Kamu harusnya jadi wartawan. Menjadi wartawan di media massa nasional pasti pilihan karir yang menarik buat kamu. Daftarlah di media massa lokal.". Karena entah apa, aku merasa itu bukan hal yang benar ataupun salah. Salah orang? Atau aku tidak menginginkan kritik?

Mungkinnya dia panik karena aktivitas aku tidak senyata orang kebanyakan. Sangat tersinggung ketika dia katakan bahwa jurusan kuliah yang aku ambil tidaklah tepat. Harusnya aku mengambil jurusan yang dapat mengasah kemampuan analitisku. Buatku sama saja. Apapun ilmunya, memiliki daya tarik dan keunikannya. Tersinggung karena seakan-akan memilih sekolah tidak dengan pertimbangan yang baik.

Siapa orang itu? Entah. Orang itu aku kenal sudah lama, hampir 3 tahun. Sebaik itukah dia mengenalku? Tampak tidak. Kalau memang iya, dia memiliki perspektif yang jauh berbeda dengan kebanyakan teman.

Biasanya kalau orang yang dikritik, akan segera mencari pembenaran atau pengalihan topik. Seperti yang aku lakukan sekarang. Atas pembenaran untuk kesalahan apa? Toh, wajar bagi seorang teman memberi saran dan kritik secara bersamaan.

Berarti aku yang salah. Kalau aku salah, lalu respon bagaimana yang baik? Aku memiliki kesulitan untuk menerima pernyataan. Ini bisa saja pelajaran buatku atau pelajaran buat temanku. Ada baiknya dia juga belajar menyampaikan pendapat.

Entahlah.

Jumat, 15 Juli 2011

Lu(n)ar Biasa

Biasanya, saya tidak akan memilih topik pembicaraan seperti ini, yang akan saya jabarkan di bawah ini. Saya senang memiliki harapan. Seringkali dalam pemilihan kalimat atau kata, sebisa mungkin dibuat dalam kalimat positif (tidak menggunakan 'tidak') dan bermakna positif. Saya tidak suka dirajai oleh pikiran yang tidak baik, terasa digerogoti. Itu tidak baik bagi perkembangan jiwa.

Tampak semakin kecil kemungkinan saya menikah tahun ini. Tuh, kalimat itu terdengar begitu pesimistis, tidak baik. Kenapa terpikirkan demikian? Karena semua butuh waktu yang tepat dan baik, jangan juga terlupa: pria yang tepat dan baik. Belum bertemukah? Mungkin sudah bertemu dan berkenalan tapi belum sepakat atas hal itu.

Terlalu seperti dongeng? Bahagia tercipta ketika sang putri bertemu pangeran dan menikah demi kedamaian negeri. Too cheesy, terlalu keju. Itu artinya terlalu asin. Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Semua baiknya seimbang. Dongeng kebahagiaan itu sering pula didengar ketika kecil.

Haruskah tahun ini, Gita?
Tidak ada keharusan. Hanya keinginan.
Atas dasar apa keinginan itu kau bentuk?
Tidak mendasar. Bukan kolam.

Patah hati. Sepertinya tidak lagi tahu cara mencinta. Tidak ada yang benar dilakukan. Teman berkata, 'Lain orang, lain cara'.


Pipi bersemu. Tertawa ringan. Senyum berkembang. Hanya memori yang melekat.

Bulan bersinar dengan indahnya. Sampaikan salamku.
Sampai jumpa di waktunya.