Selasa, 12 Agustus 2008

aku adalah seorang pecundang.

Aku bersalah.

Entah apa yang merasuki diriku.
Aku bersalah atas apa yang aku mulai dan tidak aku laksanakan prosesnya.
aku merasa seperti melukai orang yang ku sayang dan teman yang ku pedulikan.

aku melukai mereka. ingin menangis rasanya.

maafkan.
aku tak dapat berkata lagi.

ini memang salahku.

Selasa, 05 Agustus 2008

I Will be Blessed

-Lisa Ekdahl

If the sun
Refused to shine
Down on me
Till the end of time
As long as I have your caress
Your tenderness
I will be blessed

If the stars
Refused their light
Just for me
They stayed out of sight
If you say you love me best
I won't care less
I will be blessed

If the wind won't blow your name
Until I'm still
I will
If it's whispered from above
the highest hill
I will

If the moon
Up in the sky
Turned its face
From my lonely eye
I could never be distressed
Or love you less
I will be blessed

Ultra Milk

Salah satu minuman favorit saya adalah susu Ultra Milk Ultrajaya yang kotaknya biru. Yang mau dikomentarin bukan rasanya atau kemasannya atau cerita sukses di balik perusahaannya (Indonesia seringkali langka akan cerita sukses atau gagal perusahaan secara gamblang. Padahal cerita-cerita itu mungkin saja dapat memunculkan mimpi pada generasi muda untuk dicapai). Iklannya.

Untuk yang sering nonton TV Nusantara, mungkin udah pernah lihat. ADa yang memperhatikan tapi ada juga yang cuek saja. LAgunya menenangkan untuk didengar. Perhatikan secara detil ga? itu seperti iklan tentang kisah seorang ibu tunggal yang mengasuh anaknya dengan penuh. Kemanapun anaknya melangkah, atau beraktivitas, dan bahkan di rumah sekalipun, sang anak hanya berdua dengan sang ibu.

Jadi bingung. Apakah ini tentang susu Ulta atau tentang ibu yang sendirian mengasuh anaknya?

Hal itu mungkin seharusnya biasa saja, mungkin aku yang belum terbiasa dengan potret keluarga seperti itu.

Senin, 04 Agustus 2008

i miss something...

Kadang aku tidak berlaku adil. Memberi judul dalam bahasa inggris tapi menjabarkan dalam bahasa indonesia. Tidak adil bagi teman-teman yang membaca bahkan tidak adil bagi bahasa indonesia sendiri. Terdengar seperti idealis sejati ya? Padahal ini adalah penipuan.

Sebetulnya apa yang aku rindukan? Perlu ditekankan bahwa aku merindukan sesuatu, bukan merindukan seseorang karena kalau berbicara tentang orang, banyak orang yang aku rindukan. Aku rindu untuk menghabiskan waktu membaca. Membaca apa saja yang dapat membantu otak ini terus berputar dan semakin berkerut.

Biasanya aku selalu ingin membaca. Selalu ingin mengetahui judul yang terbaru atau penulis yang mempunyai susunan kata-kata yang menarik. Berita di koran, judul-judul yang muncul di majalah atau bahkan sekedar imajinasi yang muncul akibat menonton film layar lebar.

Aku juga merindukan perbincangan yang muncul ketika salah satu dari kita memiliki pemikiran dan berdiskusi tentangnya. Pikiran-pikiran yang kadang tidak akan muncul ketika kita duduk sendiri. Kebersamaan dengan teman tersayang memang memberi arti lebih dalam kehidupan. Mereka yang tanpa sadar membuka pikiran kita untuk terus terbang tinggi tapi juga menarik kita ketika kehilangan kendali.

Aku rindu untuk menjadikan diriku semakin aku.

Sabtu, 02 Agustus 2008

the beauty of lampung.

Siapa yang ga cinta sama daerahnya sendiri? Ayo! Mengakulah. Karena kalian adalah orang-orang yang merugi. Terdengar seperti sabda ya? Jangan terlalu serius, santai saja.

Kalau di Lampung -harap maklum karena saya tinggal di Lampung- bisa dibilang semua kenal semua. Hiperbolik memang tapi itu penggambaran yang paling dekat. Sebagai ilustrasi, waktu itu pernah ada gubernur terpilih di Lampung, sayangnya dia tidak dilantik sebagai pemimpin provinsi ini karena satu dan lain hal. Ada yang bilang kalau terpilihnya dia sebagai gubernur memang tidak pernah diinginkan oleh pemerintah pusat. Saya lupa-lupa-ingat kalau tidak salah dia digagalkan karena ada pendanaan gelap dalam kampanyenya.

Ada yang lucu sekali menurut saya. waktu itu dia terpilih sekitar tahun 2003. Tahun ini akan dilaksanakan Pilkada 2008 untuk memilih pemimpin daerah. Ketika awal pilkada dikumandangkan, tiba-tiba muncul pernyataan "Mengajukan untuk (kalau ga salah) penunjukkan langsung -nama gubernur terpilih yg tidak dilantik- sebagai gubernur untuk periode selanjutnya." Hal apa yang mungkin muncul di pikiran saudara sekalian? Wajarkah dia meminta hak untuk menjadi guebernur yang sesungguhnya periodenya atau waktunya telah habis?

Itu adalah salah satu pernyataan dan sikap yang ceroboh karena itu menunjukkan pembelajaran politik yang salah kepada masyarakat. Mengecewakan. Ini menjadi cerminan sikap politik di Lampung. Pihak yang tersingkir tidak bisa berbesar hati menerima keadaannya walaupun telah melewati waktu lima tahun. Adanya rasa tidak menghargai masyarakat Lampung akan haknya untuk kembali memilih di Pilkada Lampung 2008.

Ada lagi kejadian yang menurut saya harus dipertimbangkan oleh para calon pemimpin daerah nanti. Ada suatu acara yang berbicara tentang lingkungan. Acara tersebut diadakan oleh salah satu LSM yang juga (pastinya) bergerak di bidang lingkungan. Acara tersebut mengundang salah satu perwakilan dari negara. Bodohnya, kepala dinas salah satu instansi menolak untuk hadir hanya karena cemburu atas LSM tadi yang banyak mendapat kucuran dana. BODOH. Padahal jika suatu daerah menerima tamu kenegaraan, harusnya ada penerimaan secara negara/protokoler atau apapun itulah namanya. Jadi, tolonglah jangan terlalu bodoh. Melupakan penghargaan antarnegara hanya karena uang.

Dengan segala konflik yang ada di Lampung. Itulah yang membuatnya menjadi indah dan selalu tergerak untuk mencari tahu apa yang terjadi dan apa yang terjadi di belakangnya. Bumbu-bumbu cerita terhadap perspektif hidup.

Rem

Orang-orang yang membawa kendaraan bermotor seringkali terlupa bahwa kendaraannya memiliki REM. Menyebalkan. Hal yang mereka ingat hanyalah klakson dan gas.

sebuah potret ketidaksabaran manusia indonesia? atau tentang saling tidak menghargainya sesama manusia, bahwa semua orang juga mempunyai hak untuk menggunakan jalan umum seperti halnya diri.

Yah. Mungkin kurang lebih seperti itu.

Jumat, 01 Agustus 2008

Hidup adalah Judi

Kalimat itu tersebut ketika terjadi pembicaraan elektronis alias chatting via messenger dengan seseorang yang seringkali memiliki pemikiran yang berbeda. Jika ada yang setuju dengan kalimat di atas, silakan angkat tangan atau angkat bicara.

Hidup adalah Judi. Tampak aneh mendengarnya. Perjudian, seperti sesuatu yang kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Harus dilihat lebih lanjut, apakah perjudian dan spekuasi. Secara logika yang terpintas di kepala, klo kita berjudi memang ada beberapa hal bisa dipermainkan. Seperti yang aku lihat di film (benar-benar tak tahu apa lagi yang bisa jadi pertimbangan), pembagi kartu bisa mengendalikan permainan, atau kelicikan suatu grup dalam permainan, atau apapun lah itu yang sehingga dapat memanipulasi permainan. Tuh kan, intinya perjudian masih dapat diatur. Bukan sepenuhnya yang memiliki resiko tinggi.

Spekulasi. Aku lebih suka dengan kata itu. Setiap dari pilihan kita memunculkan suatu pertimbangan. Ia masih menunjukkan keberadaan resiko yang ada. Peluang apa yang mungkin kita dapat. dari penjabaran. akankah kita mengambil pilihan yang beresiko lebih besar? atau apa yang sebaiknya kita pilih?

Bagaimana kalau misalnya gue ternyata hanya memutarbalikkan pernyataan dan melakukan pembenaran atas pemikiran gue sendiri? sepertinya memang memerlukan pendapat orang lain. Ini seperti "hidup adalah pilihan" atau "dewasa adalah pilihan, tua adalah keharusan". mungkin.